Artikel

Bronjong Adalah – Definisi, Fungsi dan Cara Pemasangannya

Bronjong adalah salah satu material dalam dunia konstruksi yang umumnya ditemukan pada sejumlah pekerjaan sungai dan lereng. Namun apa sebenarnya bronjong ini dan apa kegunaannya dalam pekerjaan konstruksi?

Khusus pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan cukup panjang mengenai definisi, fungsi dan juga pemasangan material konstruksi yang satu ini.

Langsung saja, simak ulasan selengkapnya yang telah kami rangkum di bawah ini.

Bronjong Adalah…?

Bronjong adalah anyaman kawat baja yang berbentuk balok atau kubus dan berisi sejumlah agregat (batuan) di dalamnya. Umumnya, bronjong ini digunakan sebagai penahan tanah di area lereng, tebing dan juga tepi sungai. Anyaman kawat baja ini sendiri umumnya berbentuk seperti segi enam dan terikat sama kuat, dikarenakan proses pengikatannya yang menggunakan mesin.

Selain itu, kawat baja di Bronjong juga telah dilapisi dengan Galvanis, sehingga memiliki ketahanan terhadap korosi.

Pada pekerjaan proyek/konstruksi, kawat bronjong biasanya disimpan dalam bentuk lipatan-lipatan seperti lembaran. Kawat bronjong tersebut baru akan dirakit menjadi bentuk balok atau kubus ketika akan dipasang. Adapun ilustrasi pemasangan bronjong tersebut dapat anda lihat pada gambar yang terlampir di bawah ini.

Sumber gambar: Pandu-Equator

Bronjong ini sendiri umumnya dapat ditemukan atau dibeli di beberapa distributor jual geotextile atau bangunan.

Cara Pemasangan Bronjong

Dalam proses pemasangan bronjong, terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan dengan baik, yaitu meliputi:

Menyiapkan Lokasi dimana Bronjong Akan Ditempatkan

Pada tahapan ini, pelaksana akan mulai melakukan pembersihan lokasi, pengukuran serta pematokan area, hingga melakukan penggalian,pengurugan dan juga pemadatan tanah.

Pemasangan Bronjong di Lokasi

Ketika lokasi yang akan dipasangi Bronjong siap, maka pelaksana wajib untuk melakukan pengujian mutu kepadatan tanah terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk memastikan tanah di lokasi telah sesuai dengan spesifikasi laboratorium.

Ketika spesifikasi tanah telah memenuhi standar laboratorium, maka pelaksana dapat melakukan pemasangan pelapis bronjong atau yang disebut geotextile. Setelah pemasangan geotextile tersebut selesai, selanjutnya anyaman bronjong yang telah diset dapat digelar di atasnya.

Dikarenakan struktur bronjong yang umumnya panjang dan tinggi, maka penyusunan bronjong biasanya dilakukan per lapis dan setiap lapisan bronjong harus diikat satu sama lain dengan menggunakan kawat.

Pengikatan Rangkaian Bronjong Satu dengan yang Lainnya

Pada tahapan ini, bronjong yang sudah di set kemudian dipasang lapis per lapis, dimulai dari lapisan paling bawah. Selain itu, bronjong harus ditata berbaris dan setiap barisnya dengan angker yang dipasang setiap batas barisannya sebagai penguat. 

Pengujian Kekuatan Ikatan Bronjong

Sebelum memasuki tahapan pengisian agregat (batuan) ke dalam bronjong, kawat bronjong yang telah dirangkai dan dipasang harus diuji kekokohan ikatannya satu sama lain. Ketika kekuatan ikatan bronjong telah terjamin, maka pelaksana dapat melakukan pengisian material.

Pengisian Agregat (Batuan)

Tahapan pengisian agregat ke dalam bronjong ini biasanya dilakukan dari bagian paling pinggir dari bronjong. Jika agregat yang diisi memiliki gradasi tidak seragam, maka pengisian agregat dimulai dari yang memiliki gradasi terkecil.

Pengujian Kekuatan Bronjong

Ketika tahapan pengisian agregat ke dalam bronjong selesai. Selanjutnya pelaksana harus melakukan pengujian kepadatan/kekokohan dengan melakukan pembebanan di atas bronjong. Jika saat dibebani, bronjong tetap kokoh, maka penutupan bronjong dapat dilakukan.

Penutupan Anyaman Bronjong

Tahapan ini adalah tahapan final dimana pelaksana melakukan pengikatan penyulaman bronjong dengan kawat pengikat.

Sekian penjelasan dari kami mengenai apa itu bronjong, fungsi dan beserta cara pemasangannya. Dari ulasan yang kami sampaikan di atas diketahui bahwa bronjong adalah salah satu material konstruksi yang digunakan sebagai dinding penahan tanah di area tebing, lereng dan juga sungai.

Namun dalam dunia arsitektur modern, bronjong juga mulai digunakan untuk memberikan nilai estetik pada suatu konstruksi.

Terima kasih telah mampir dan membaca. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya dari kami dengan mengikuti blog ini.

Endar Julian

Recent Posts

Water Barrier Adalah – Definisi, Fungsi dan Spesifikasinya

Water barrier adalah benda yang mungkin sering anda lihat di ruas jalan raya, namun anda…

March 17, 2022

Welding Rod Adalah – Definisi, Fungsi Hingga Harganya

Dalam sejumlah proyek tambang dan juga teknik sipil, welding rod adalah salah satu bahan material…

March 1, 2022

Contoh Perhitungan geotextile Pada Proyek Perkerasan Jalan

Bagaimana perhitungan geotextile pada protek perkerasan jalan? artikel kami kali ini akan memberikan contoh perhitungan…

February 16, 2022

Spesifikasi Geotextile Non Woven dan Woven

Mengetahui apa saja spesifikasi geotextile non woven menjadi hal penting yang tidak boleh dilupakan saat…

February 14, 2022

Biaxial Geogrid : Definisi, Fungsi dan Keunggulannya

Biaxial geogrid merupakan salah satu bagian dari geosintetik yang terbuat dari bahan polimer. Sayangnya, masih…

February 14, 2022

Geotube Adalah – Definisi, Fungsi dan Juga Keunggulannya

Geotube adalah salah satu jenis dari Geosintetik yang sangat mirip dengan geobag yang sempat kami…

February 12, 2022